Beranda Kabar Berita Pemimpin Itu Disiapkan,...
Pemimpin Itu Disiapkan, Bukan Dicari
Renungan Peradaban

PEMIMPIN ITU DISIAPKAN, BUKAN DICARI

Pemimpin Itu Disiapkan, Bukan Dicari


إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd: 11)

---


Kita sering kecewa melihat pemimpin yang tidak bijak. Pernyataannya membuat geleng kepala, kebijakannya membuat rakyat bertanya-tanya, keputusannya terasa jauh dari ilmu dan adab, apalagi dari kebutuhan masyarakat yang sebenarnya.


Tapi ada satu pertanyaan yang jarang kita ajukan pada diri sendiri:

sudahkah kita serius menyiapkan pemimpin yang lebih baik?


Dr. Thariq As-Suwaidan pernah menulis tentang ini. Menurut beliau, kepemimpinan tidak boleh hanya ditunggu datang. Umat punya peran untuk mencetak pemimpin masa depan, dengan memberi kesempatan pada generasi muda, menemukan bakat-bakat yang ada, dan membangun program serta pusat pembinaan kepemimpinan. beliau juga menunjuk lemahnya pendidikan, minimnya peran guru dalam membentuk jiwa, dan sedikitnya ruang bagi anak muda untuk mengambil keputusan, sebagai akar dari krisis kepemimpinan yang kita rasakan hari ini.


Ada satu kalimatnya yang terus terngiang:

الأمة التي لا تقرأ لا تستطيع القيادة

"Umat yang tidak membaca tidak akan mampu memimpin."


Jadi mungkin pertanyaannya perlu diubah. Bukan lagi "siapa pemimpin kita nanti?",

tapi "manusia seperti apa yang sedang kita siapkan untuk memimpin nanti?".


Sebab pemimpin tidak lahir begitu saja saat kursi kekuasaan tersedia. Ia dibentuk jauh sebelum itu, di rumah, di madrasah, di asrama, di perpustakaan, di majelis-majelis ilmu yang mungkin terlihat sepi dan tidak penting bagi orang lain. Di tempat-tempat itulah adab ditanamkan, ilmu dikuatkan, iman dijaga, dan rasa cinta kepada manusia serta negeri perlahan tumbuh.


Kita ingin pemimpin yang berilmu, supaya keputusan tidak lahir dari kebodohan.

Kita ingin pemimpin yang beradab, supaya kekuasaan tidak berubah jadi kesombongan.

Kita ingin pemimpin yang beriman, supaya jabatan dipandang sebagai amanah, bukan kesempatan untuk memperkaya diri.

Dan kita ingin pemimpin yang mencintai manusia, supaya kepemimpinannya benar-benar jadi pelayanan, bukan sekadar kekuasaan yang dipertontonkan.


Karena itu, membangun pendidikan sebenarnya bukan hanya soal menyiapkan murid untuk hari ini. Kita sedang menyiapkan pemimpin untuk masa depan, meski kita tidak tahu wajahnya sekarang.


Bisa jadi, salah satu santri yang hari ini sedang membaca Al-Qur'an, menghafal hadits, atau membuka buku di perpustakaan Madrasah ini, kelak menjadi orang yang keputusannya memengaruhi hidup banyak manusia. Kita tidak tahu siapa dia. Tapi disini kita bisa ikut menyiapkan tempat tumbuhnya.


Pemimpin masa depan tidak dicari ketika kita sudah membutuhkannya. Tapi ia disiapkan jauh sebelum dunia memanggil namanya.


Mari ikut menyiapkan generasi itu, dengan adab, ilmu, iman, dan cinta. Mari ikut membangun bersama jalan perbaikan melalui pendidikan ini.

Sebab bisa jadi, pemimpin yang kita harapkan hari ini sedang kita siapkan lewat wakaf yang kita berikan hari ini.


----


Ditulis Oleh : Pena Umat


----


Referensi :

Dr. Thariq As-Suwaidan: القيادات المستقبلية وصناعة القادة


----


Komentar (0)

Memuat komentar...

© 2026 Tarahum.id